Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Retak, Luruh, Kembali Utuh
Ini jalan yang harus ditempuh.
Rindu, sakit, dan marah tetap harus dilalui.
Dia yang pernah singgah dan menyentuh mimpi indahku, tak selalu jadi
tempat berlabuh yang utuh. “Aku hanya kain pel yang lusuh di matamu.”
Itu kata yang kuingat sebelum malam benar-benar menelannya ….
“Retak, Luruh, Kembali Utuh”, menjadi frasa yang menjadi motif Prilly Latuconsina melihat dirinya sendiri. Berisikan 40 puisi dalam tiga fragmen fase kehidupan—kehilangan, keterpurukan atas kehilangan, hingga proses menata hidup yang baru.
Dalam Retak, Luruh, Kembali Utuh, Prilly mencoba membuka ruang paling privat dalam dirinya ke hadapan publik dengan estetik. Ada tangis yang mengkristal menjadi puisi, ada harapan yang mengeras bersama karang, dan ada kesunyian yang bisa kita rasakan di dasar lautan pikiran Prilly Latuconsina.
Ketersediaan
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
899.221 LAT r
|
| Penerbit | Pastel Books : Bandung., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
208 hlm.; 17 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-623-5866-56-7
|
| Klasifikasi |
899.221
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cet. 1
|
| Subjek |
-
|
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Informasi
Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog






