Image of Retak, Luruh, Kembali Utuh

Text

Retak, Luruh, Kembali Utuh



Ini jalan yang harus ditempuh.
Rindu, sakit, dan marah tetap harus dilalui.
Dia yang pernah singgah dan menyentuh mimpi indahku, tak selalu jadi
tempat berlabuh yang utuh. “Aku hanya kain pel yang lusuh di matamu.”
Itu kata yang kuingat sebelum malam benar-benar menelannya ….

“Retak, Luruh, Kembali Utuh”, menjadi frasa yang menjadi motif Prilly Latuconsina melihat dirinya sendiri. Berisikan 40 puisi dalam tiga fragmen fase kehidupan—kehilangan, keterpurukan atas kehilangan, hingga proses menata hidup yang baru.

Dalam Retak, Luruh, Kembali Utuh, Prilly mencoba membuka ruang paling privat dalam dirinya ke hadapan publik dengan estetik. Ada tangis yang mengkristal menjadi puisi, ada harapan yang mengeras bersama karang, dan ada kesunyian yang bisa kita rasakan di dasar lautan pikiran Prilly Latuconsina.


Ketersediaan

#
GARLIP (800) 899.221 LAT r
FK001094
Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
899.221 LAT r
Penerbit Pastel Books : Bandung.,
Deskripsi Fisik
208 hlm.; 17 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-5866-56-7
Klasifikasi
899.221
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog