Image of Genderang Perang Dari Wamena

Text

Genderang Perang Dari Wamena



Gawat! Tangan Yun tidak bisa berhenti menabuh genderang. Adi tiba-tiba juga terus menari. Begitu mereka berhenti, kabut perlahan menyelimuti. Mereka tidak lagi berada di gudang belakang rumah. Sekeliling mereka berubah menjadi hutan rimba. Sekelompok orang membawa kamera, senapan, dan ransel. Sebenarnya, ke mana genderang keramat itu membawa Yun dan Adi pergi?

Prolog:
Setelah Astrid, tokoh anak dalam Astrid dan Bandit, Adi di buku Genderang Perang dari Wamena juga bisa dibilang karakter fancy ciptaan Djokolelono. Dalam beberapa karya, Djokolelono secara tersurat maupun tersirat memotret kelas sosial terpelajar yang semakin tumbuh di Indonesia masa 1970-an. Adi lahir dan besar di Belanda sampai usia 11 tahun karena ayahnya bekerja di museum sebuah universitas. Yun, teman sebaya Adi setelah pindah ke Indonesia sempat bertanya apa yang dikerjakan Adi jika sedang tidak bisa bermain di luar rumah. Adi menjawab, “Biasanya, Ayah menyuruhku berlatih main piano atau membaca, atau bermain-main di loteng.”


Ketersediaan

#
GARLIP (800) 813 DJO g
FK001018
Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
813 DJO g
Penerbit KPG : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
x, 74 hlm.; 13 x 19,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-134-354-3
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog