Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Menuai Badai
Orang-orang menganggapnya sakit jiwa. Ia selalu mengenakan baret kusam yang hampir tidak pernah dicucinya. Dan di balik setiap celana yang dikenakannya ia masih memakai celana panjang loreng-loreng yang diikat tali rafia di ujung. Jika tidak, konon, hantu-hantu mendatangi dan mengusiknya. Apakah hantu-hantu itu nyata atau sekadar di kepala? Mengapa mereka terus menerus merundungnya?
Menuai Badai adalah kisah seorang yang diseret masa lalu, tentang tubuh sebagai arsip, seragam sebagai simbol kuasa, serta sejarah yang bengkok dan tak pernah benar-benar berhasil diluruskan.
Memaafkan adalah proses yang rumit dan pribadi, dan tidak semua orang bisa atau mau memaafkan, terutama untuk kejahatan yang sangat serius. Ada juga yang mungkin memilih untuk memaafkan sebagai bagian dari proses penyembuhan mereka. Ini tidak berarti mereka melupakan atau menyetujui apa yang telah terjadi, tapi bisa jadi cara untuk melepaskan beban emosional dan melanjutkan hidup.
Ketersediaan
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 SAS m
|
| Penerbit | KPG : Jakarta., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
vi, 160 hlm.; 11,5 x 19 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-623-134-381-9
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cet. 2
|
| Subjek |
-
|
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Informasi
Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog






