Image of Menuai Badai

Text

Menuai Badai



Orang-orang menganggapnya sakit jiwa. Ia selalu mengenakan baret kusam yang hampir tidak pernah dicucinya. Dan di balik setiap celana yang dikenakannya ia masih memakai celana panjang loreng-loreng yang diikat tali rafia di ujung. Jika tidak, konon, hantu-hantu mendatangi dan mengusiknya. Apakah hantu-hantu itu nyata atau sekadar di kepala? Mengapa mereka terus menerus merundungnya?

Menuai Badai adalah kisah seorang yang diseret masa lalu, tentang tubuh sebagai arsip, seragam sebagai simbol kuasa, serta sejarah yang bengkok dan tak pernah benar-benar berhasil diluruskan.

Memaafkan adalah proses yang rumit dan pribadi, dan tidak semua orang bisa atau mau memaafkan, terutama untuk kejahatan yang sangat serius. Ada juga yang mungkin memilih untuk memaafkan sebagai bagian dari proses penyembuhan mereka. Ini tidak berarti mereka melupakan atau menyetujui apa yang telah terjadi, tapi bisa jadi cara untuk melepaskan beban emosional dan melanjutkan hidup.


Ketersediaan

#
GARLIP (800) 813 SAS m
FK000960
Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
813 SAS m
Penerbit KPG : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
vi, 160 hlm.; 11,5 x 19 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-134-381-9
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 2
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog